#SaatnyaBeraniBerzakat

Karena dengan berzakat, akan banyak orang yang terbantu

1. Arti Zakat

Menurut bahasa, kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah. Dalam Al-Quran dan hadis disebutkan, “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. al-Baqarah ayat 276); “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah : 103) dan “Sedekah tidak akan mengurangi harta” (HR. Tirmizi).

  • Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Menurut istilah, dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu.
  • Infak ialah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat, disamping ada yang wajib dan sunnah. Sebagian ahli fikih berpendapat bahwa infak adalah segala macam bentuk pengeluaran (pembelanjaan), baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, maupun yang lainnya, biasanya berupa uang.
  • Sedekah memiliki makna yang lebih luas dapat berarti infaq, zakat atau kebaikan non materi. Karena sedekah tidak dibatasi atau tidak terikat dan tidak memiliki batasan-batasan tertentu. Sedekah, selain bisa dalam bentuk harta, dapat juga berupa sumbangan tenaga atau pemikiran, dan bahkan sekadar senyuman.

2. Hukum Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang ke 3 dan menjadi salah satu unsur pokok bagi penegakan syariat Islam. Oleh sebab itu, hukum menunaikan zakat adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

  • Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ke-taatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. al-Bayyinah[98]: 5).
  • Rasulullah saw bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; mendirikan salat; melaksanakan puasa (di bulan Ramadan); menunaikan zakat; dan berhaji ke Baitullah (bagi yang mampu)”(HR. Muslim).

3. Zakat adalah Ibadah
Zakat termasuk dalam kategori ibadah wajib (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur berdasarkan Al-Quran dan sunah. Selain itu, zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.

4. Jenis-jenis Zakat

a. Zakat nafs (jiwa), disebut juga zakat fitrah.
b. Zakat mâl (harta).

5. Syarat-syarat Wajib Zakat
a. Muslim.
b. Berakal.
c. Baligh.
d. Memiliki harta sendiri dan sudah mencapai nishab.

tabel zakat
zakat asnaf

Penghasilan dari Profesi

Penghasilan dari profesi merupakan sumber pendapatan orang-orang tertentu di masa kini, seperti pegawai negeri, swasta, konsultan, dokter, dan notaris. Para ahli fikih kontemporer bersepakat bahwa hasil profesi termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya, mengingat zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di antara mereka (sesuai dengan ketentuan syar’i).

Walaupun, jika hasil profesi seseorang tidak mencukupi kebutuhan hidup (diri dan keluarga)nya, ia lebih pantas menjadi mustahiq (penerima zakat). Sedang jika hasilnya sekadar untuk menutupi kebutuhan hidupnya, atau lebih sedikit, ia belum juga terbebani kewajiban zakat. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok, yaitu pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya.

Ketentuan Zakat Profesi/Penghasilan

Zakat profesi memang belum familiar dalam khazanah keilmuan Islam klasik. Maka dari itu, hasil profesi dikategorikan sebagai jenis harta wajib zakat berdasarkan Qiyas (analogi) atas kemiripan (syabbah) terhadap karakteristik harta zakat yang telah ada, yakni:

(1) model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian), sehingga harta ini dapat diqiyaskan pada zakat pertanian berdasarkan nisab (653 kg gabah kering giling atau setara dengan 522 kg beras) dan waktu pengeluaran zakatnya (setiap kali panen),

(2) model harta yang diterima sebagai penghasilan berupa uang, sehingga jenis harta ini dapat diqiyaskan pada zakat harta (simpanan atau kekayaan) berdasarkan kadar zakat yang harus dibayarkan (2,5%). Dengan demikian, apabila hasil profesi seseorang telah memenuhi ketentuan wajib zakat, ia berkewajiban menunaikan zakatnya.

Contoh Kasus menghitung zakat profesi :

Ada seorang karyawan swasta yang berdomisili di Tangerang. Ia mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Penghasilan per bulannya adalah Rp 6.000.000,-.

  1. Pendapatan gaji per bulan Rp 6.000.000,-
  2. Nisab 522 kg beras @Rp 10.000 (relatif)  Rp 5.220.000,-
  3. Rumus perhitungan zakat = (2,5% x besar gaji per bulan),-
  4. Maka (2.5% x 6.000.000)
  5. Zakat yang harus ditunaikan Rp 150.000,-

Bagi sahabat yang tidak mempunyai pendapatan teteap, maka bisa menghitung zakat profesi diakumulasikan dalam satu tahun,. Caranya, jumlah pendapatan gaji berikut bonus dan lainnya dikalikan satu tahun kemudian apabila hasilnya mencapai nisab, selanjutnya dikalikan dengan kadar zakat 2,5%.

  1. Jadi, Rp 6.000.000,- x 13 = Rp 78.000.000,-
  2. Jumlah zakatnya adalah 78.000.000,- x 2.5% = Rp 1.950.000,-

Apabila sahabat ternyata pendapatanya tidak mencapai nishab maka dianjurkan untuk berinfaq / sedekah, karena sedekah itu untuk siapa saja, kapan saja dan pastinya menggundang keberkahan, karena sedekah itu memuliakan dan membahagiakan, pada hakikatnya harta yang kita sedekahkan tidak mengurangi harta melainkan menambah harta ditambah akan berjumpa di surga, Aamiin

Kenapa zakatnya di Rydha ?

berzakat di lembaga amil zakat (Rydha), selain amanah dan tepat sasaran program yang berkesinambungan dan luas manfaatnya, sehingga makin banyak yang terbantu karena zakat kita.

Yuk sahabat yang sudah terkena kewajiban untuk berzakat, saatnya kita menunaikan rukun islam yang ke tiga ini dengan kesadaran penuh dan keikhlasan, karena zakat adalah ibadah yang bernilai besar dan akan terasa manfaat besar bagi para mustahiq zakat dan berdaya guna, hakikat zakat adalah membersihkan harta dan mensucikan jiwa.

Yuk berzakat, infaq dan sedekah melalui Rumah Yatim Dhuafa Rydha, lembaga terpercaya untuk menyalurkan donasi sahabat.

Untuk konsultasi zakat bisa hubungi Telp. (021) 5934 1626 atau Whatsapp 081-7777-002. 

Jazakallah Khoiron.

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on google
Share on twitter

Transfer Rekening Zakat

Bank Syariah Mandiri : 700 2885 055 
a.n Yayasan Rydha

Bank Muamalat : 313 000 7466
a.n Yayasan Rydha

Bank Mandiri : 155 000 2319 690 
a.n Yayasan Rumah Yatim Dhuafa Hifzhul Amanah

BCA : 868 0932 400 a.n yay. RYDHA

Bank BRI : 4862 0102 4515 536
a.n Yayasan Rumah Yatim Dhuafa Hifzhul Amanah

Konfirmasi :
Telp. (021) 5934 1626 
Whatsapp 081-7777-002.