post3

Indahnya Mendengarkan Al-Quran

Apakah pahala mendengarkan al-Quran sama dengan pahala orang yang membaca al-Quran?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Untuk bisa membandingkan atau menyamakan pahala amal satu dengan amal yang lainnya, kita butuh dalil. Karena yang paling paham tentang pahala amal seseorang adalah Allah Ta’ala. Sehingga, untuk bisa mengetahui nilai amal seseorang, harus berdasarkan wahyu.

Di sana ada beberapa dalil yang menyebutkan pahala orang yang mendengarkan al-Quran dan pahala orang yang membaca al-Quran.

Diantaranya,

[1] Firman Allah,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Apabila dibacakan al-Quran, perhatikanlah dan diamlah, maka kalian akan mendapatkan rahmat.” (QS. al-A’raf: 204).

[2] Allah juga berfirman,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka melakukan tadabbur terhadap ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shad: 29)

Dua ayat ini dan ayat yang semisal, sudah cukup untuk membuktikan bahwa memperhatikan al-Quran adalah amal besar. Karena diantara tujuan al-Quran diturunkan adalah untuk direnungi ayat-ayatnya. Mereka yang melakukan tadabbur, akan mendapat janji akan dirahmati oleh Allah. Dan yang dimaksud mendengarkan di sini adalah memperhatikan dan mentadabburi al-Quran.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga suka mendengarkan al-Quran yang dibacakan oleh para sahabat. Seperti yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh Ibnu Mas’ud,

“Silahkan baca al-Quran!”

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أقْرَأُ عَلَيْكَ، وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟!

“Ya Rasulullah, saya membaca al-Quran di depan Anda, padahal al-Quran diturunkan kepada Anda?!”

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي

“Aku senang mendengarkan al-Quran dari bacaan orang lain.”

Kemudian Ibnu Mas’ud membacakan surat an-Nisa sampai ayat 41, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis di penghujung ayat itu. (HR. Bukhari 4583).

Sementar dalil keutamaan membaca al-Quran, disebutkan dalam hadis Ibnu Mas’ud juga, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan sedangkan satu kebaikan itu (bernilai) sepuluh kali lipatnya, aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim ‘ sebagai satu huruf, akan tetapi ‘Alif sebagai satu huruf, ‘Laam ‘ sebagai satu huruf dan ‘miim ‘ sebagai satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi 2910 dan dishahihkan al-Albani).

Hadis ini menunjukkan pahala besar bagi yang membaca al-Quran.

Kemudian, untuk pertanyaan, apakan mendengarkan bacaan al-Quran pahalanya sama seperti membaca al-Quran? kami belum menjumpai dalil tentang itu. Namun kita berharap, semoga keduanya mendapatkan pahala besar..

Demikian, Allahu a’lam.

Sumber : Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com.

post2

Ini Dia Manfaatnya Menabung

1. Melatih Perencanaan & Membantu dalam Kondisi Darurat

Quipperian pasti pernah dong minta sesuatu ke orangtua saat masih kecil? Misalnya seperti minta dibelikan game konsol alias playstation. Pasti orangtua kamu nggak langsung membelikan barang tersebut dan menyarankan untuk menabung terlebih dahulu agar bisa membeli barang yang kamu mau, bukan?

Dari kenangan ini, pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa untuk mendapatkan sesuatu kita membutuhkan perencanaan seperti menabung selama rentan waktu tertentu dan berapa uang yang harus kita sisihkan setiap hari untuk mendapatkan hal yang kita inginkan. Dengan begini, kita secara tidak sadar memupuk keterampilan perencanaan manajemen keuangan pribadi untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Selain itu, selain melatih perencanaan, manfaat rajin menabung pun akan sangat membantu kita jika terjadi kondisi darurat. Misalnya saat harus membeli kamus seharga 600 ribu atau mungkin sakit dan butuh berobat. Dengan adanya tabungan, meski sedikit, kamu tidak perlu merepotkan orangtua lagi jika memang cukup digunakan. Keren banget kan kalau kamu bisa mengatur keuanganmu sendiri dari sedini mungkin, Quipperian?

2. Menanamkan Kesabaran

Manfaat rajin menabung yang kedua adalah bisa menanamkan kesabaran karena seperti yang dijelaskan pada poin pertama, bahwa untuk mendapatkan sesuatu kita membutuhkan pengorbanan berupa uang yang disisihkan setiap hari dan waktu yang lama agar uang tersebut terkumpul.

Selain itu, latihan kesabaran ini juga nantinya sangat bermanfaat untuk kehidupan kita lho, Quipperian. Misalnya kita jadi bisa lebih sabar menunggu barang yang kita inginkan datang, bisa lebih sabar kalau ada antrian, dan lain-lain. Dengan begini, tentu saja kamu akan berkembang menjadi karakter yang lebih baik dan penuh kesabaran.

3. Terbiasa Menjadi Pribadi Displin

Quipperian, menjadi disiplin tidaklah mudah. Kalau nggak terbiasa sejak dini, hal itu akan sulit kamu lakukan di masa depan. Nah, manfaat rajin menabung sejak dini, kamu akan terbantu menjadi pribadi yang disiplin.

Misalnya kamu ingin membeli sebuah buku dan berkomitmen pada diri sendiri mau menyisihkan Rp5.000 setiap hari dari uang jajanmu. Otomatis, setiap hari kamu sudah mendisplinkan dirimu sendiri untuk menyisihkan uang 5.000 hingga cukup untuk membeli buku nanti.

Tentu saja cara seperti ini akan melatih kamu untuk jadi pribadi yang disiplin dan berkomitmen demi mencapai sesuatu. Kedisiplinan dan teguh berkomitmen ini tentu akan sangat berguna dalam kehidupan, lho, baik di dunia kuliah maupun dunia kerja nanti.

4. Memiliki Mental Sederhana dan Tidak Boros

Secara tidak langsung, manfaat rajin menabung lainnya yang akan kamu rasakan adalah kamu akan berpikir dua kali tiap kali mau mengeluarkan uang. Kamu semakin bisa membedakan mana ‘kebutuhan’ dan mana yang hanya sekadar ‘keinginan’ saja.

Tetapi jangan salah sangka, ini bukan berarti pelit, lho. Dengan terbiasa menabung, kamu akan belajar betapa pentingnya menentukan sebuah prioritas ketika hendak mengeluarkan uang.

5. Andal Menata Keuangan

Nah, kalau kamu sudah terbiasa menabung, kamu akan semakin andal menata keuanganmu, Quipperian. Kamu jadi lebih bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran mingguan atau bulananmu sehingga tidak kebablasan. Tanpa kemampuan menata keuangan, bisa-bisa peribahasa ‘lebih besar pasak daripada tiang’ terjadi dalam kehidupanmu. Kemampuan ini nantinya bisa membuat kamu lebih matang dalam mengatur keuangan.

6. Selain Menabung Urusan Dunia Jangan Lupakan Menabung Untuk Akhirat

Menabung untuk akhirat banyak caranya, caranya dengan  memperbanyak beramal sholeh, sholat, zakat, puasa, sedekah, berbakti kepada orang tua, beerwakaf, berqurban. Ngomong tentang qurban kini di Rydha ada Tabungan Qurban, Mau tau cek link ini.

post1

Ada Apa Dengan Sedekah Jumat ?

Sedekah di Hari Jumat

Tnya tadz. Adakah keutamaan khusus sedekah hari jumat?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kami tidak pernah menjumpai dalil khusus yang menganjurkan sedekah di hari jumat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama, dan jawaban beliau dikaitkan dengan sifat dan kondisi orang yang bersedekah.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhal?’

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَأْمُلُ الْعَيْشَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ

Sedekah yang engkau berikan ketika engkau masih muda, pelit harta, bertumpuk angan-angan untuk hidup mewah, dan takut bangkrut. (HR. Ahmad 7407, Nasai 2554, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Betapa sulitnya orang bersedekah di saat dia sedang mengejar kariernya, harapannya, obsesinya, dan cita-citanya. Mungkin dia butuh perang batin untuk bisa mengeluarkan Rp 20 rb. Karena itulah, nilainya lebih afdhal dari pada yang lainnya.

Hanya saja, ada beberapa keterangan ulama yang menganjurkan sedekah di hari jumat, mengingat keutamaan hari jumat itu.  Mengenai apa saja keutamaan hari jumat.

Kaidah umum terkait tingkatan keutamaan amal, bahwa amal yang dikerjakan di waktu mulia, memiliki nilai keutamaan yang lebih besar, dibandingkan amal yang dikerjakan di waktu kurang mulia.

Berikut kita akan simak beberapa keterangan ulama tentang keutamaan sedekah hari jumat,

Pertama, keterangan as-Syarbini – ulama Syafiiyah – (w. 977 H)

Dalam kitabnya al-Iqna fi Halli Alfadz Abi Syuja’, beliau menjelaskan tentang hari jumat. Beliau menyatakan tentang sedekah hari jumat,

ويسن كثرة الصدقة وفعل الخير في يومها وليلتها، ويكثر من الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم في يومها وليلتها لخبر: إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة، فأكثروا علي من الصلاة فيه، فإن صلاتكم معروضة علي

Dianjurkan memperbanyak sedekah dan beramal soleh di hari jumat atau malam jumat. Memperbanyak shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam atau siang hari jumat. Berdasarkan hadis: “Sesungguhnya hari yang paling afdhal adalah hari jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku. Karena shalawat kalian diperlihatan kepadaku.” (al-Iqna’, 1/170)

Kedua, keterangan Ibnul Qoyim – ulama hambali – (w. 751),

Dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menyebutkan beberapa keistimewaan hari jumat,

الخامسة والعشرون: أن للصدقة فيه مزية عليها في سائر الأيام، والصدقة فيه بالنسبة إلى سائر أيام الأسبوع ، كالصدقة في شهر رمضان بالنسبة إلى سائر الشهور. وشاهدت شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه، إذا خرج إلى الجمعة يأخذ ما وجد في البيت من خبز أو غيره، فيتصدق به في طريقه سرا، وسمعته يقول: إذا كان الله قد أمرنا بالصدقة بين يدي مناجاة رسول الله صلى الله عليه وسلم، فالصدقة بين يدي مناجاته تعالى أفضل وأولى بالفضيلة

Keutamaan yang keduapuluh lima,

Bahwa sedekah di hari jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan. Saya pernah melihat Syaikhul Islam – rahimahullah – apabila beliau berangkat jumatan, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan,

“Apabila Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekan sebelum menghadap Allah lebih afdhal dan lebih besar keutamaannya.” (Zadul Ma’ad, 1/407).

Karena itu, tradisi di masyarakat kita dengan memberikan infaq setiap jumatan, insyaaAllah termasuk tradisi yang baik. Meskipun kita menganjurkan agar semacam ini tidak dibatasi selama hari jumat saja. Termasuk, tidak membatasi hanya diberikan untuk masjid saja. Banyak masjid di sekitar kita danannya melimpah. Sementara di sebelahnya ada orang muslim soleh yang lebih membutuhkan bantuan.

Allahu a’lam.

Sumber : Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)